Showing posts with label KABAR TERBARU TULUNGAGUNG. Show all posts
Showing posts with label KABAR TERBARU TULUNGAGUNG. Show all posts

Saturday, August 12, 2017

KAMPOENG PELANGI TULUNGAGUNG




Banyak kegiatan yang di lakukan masyarakat untuk memperingati hari kemerdekaan indonesia yang ke 72 mulai dari menghias rumah, lomba tingkat kampung dan lain sebagainya. Seperti yang terlihat di salah satu desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur Tepatnya di desa Mulyosari Kecamatan Pagerwojo.

Warna cerah, seperti merah, kuning, hijau, merah muda dan biru, sengaja dipilih untuk mewarnai kampung, agar terlihat mencolok dan menarik. Selama dua minggu pengerjaan, warga telah menyelesaikan pengecatan sepanjang ratusan meter, dengan menghabiskan 20 kaleng cat tembok isi 5 kilogram, dengan sumber dana berasal dari swadaya warga.

"Ide awal penyelenggaraan lomba ini adalah untuk memeriahkan hari besar Kemerdekaan ke-72 RI di desa kami," kata Kepala Desa Mulyasari, Kecamatan Pagerwojo, Agil Wuisan, Senin.

Dari semula kegiatan yang digelar berskala dusun, respon masyarakat sangat besar sehingga lomba kampung pelangi diikuti 32 RT yang tersebar di tiga dusun Desa Mulyosari.

Warga bahkan rela kerja bakti melakukan pengecatan tembok rumah dan pagar di lingkungan mereka secara berturut selama dua pekan.

"Nanti akan dinilai lingkungan yang paling cantik, unik dan menarik," katanya.

Menurut Angga, pengecatan warna-warni dilakukan secara swadaya tanpa ada bantuan dari pihak manapun.

Angga salah satu warga setempat terlihat sibuk memoleskan kuas cat ke dinding rumah warga, yang menghadap sebuah gang kecil. Angga tidak sendirian, ada tiga perempuan yang turut membantu mengecat. 

Masing-masing orang memoleskan warna yang berbeda.

"Sudah dua pekan ini semua warga desa gotong-royong mengecat setiap dinding. Bahkan lembur sampai malam hari," kata Angga.

Gotong-royong dalam rangka lomba kampung pelangi itupun kini mulai membuahkan hasil. 

Desa yang sebelumnya kusam di area pegunungan, kini semakin indah. Warna-warna menyolok mata langsung menyambut saat memasuki jalanan di desa ini. "Sudah ada yang mengunggah ke media sosial. Ternyata responnya positif, dan banyak yang menyebut kampung pelangi," ujar Kepala Desa Mulyosari Agil Wuisan.

Agil menuturkan, ide kampung pelangi ini berasal dari Kampung Warna-warni di Malang. Ide tersebut kemudian dituangkan di Desa Mulyosari. 

Warga pun patungan untuk membeli cat. Ada 32 RT di tiga Dusun yang dilibatkan untuk mengecat lingkungannya. 

Masing-masing dibebaskan untuk memberikan pola sesuai dengan selera seninya. Ada yang dibuat mirip pelangi, pola kotak-kotak, hingga polkadot.

Tidak hanya pagar maupun dinding , namun fasilitas umum lainnya, seperti pos ronda dan taman bunga, juga dicat warna-warni. Sepanjang jalan desa juga dihiasi umbul-umbul, kain rumbai , dan lampion bola warna-warni. Keasrian suasana desa yang ada di lereng Gunung Wilis ini kian bertambah, dengan kondisi jalan desa yang bersih dari sampah .

Keberadaan Kampung Pelangi di Desa Mulyosari ini , diharapkan juga bisa menjadi ikon baru bagi Kabupaten Tulungagung , sehingga dapat menyedot warga luar daerah untuk berkunjung. Karena desa yang terus berbenah untuk menjadi desa wisata ini , letaknya cukup strategis, yakni berada di jalur alternatif menuju Trenggalek dan Ponorogo .


Monday, July 17, 2017

BERKUNJUNG KE KAMPUNG MATEMATIKA DI TULUNGAGUNG

Jalan Pintas - Jika di kediri ada kampung inggris maka di Tulungagung ada "Kampung Matematika". Lokasinya berada di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru. Awal mula program kampung matematika ini dulu adalah supaya anak-anak Desa Bangoan lebih kompetitif, berprestasi dalam hal pendidikan, serta bisa diterima di sekolah favorit di Tulungagung, terutama di SMPN 3 Kedungwaru yang kebetulan lokasinya di Desa Bangoan ini. 




Kepala Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru Siswandi, mengatakan, program kampung matematika yang disubsidi menggunakan anggaran dana desa tersebut telah berjalan tiga tahun dengan konsep pemberdayaan remaja karang taruna desa. "Meski disubsidi menggunakan dana desa, dulu awal pembelajaran pakai dana kas desa, pelibatan kader karang taruna dalam program kampung matematika bersifat sukarelawan," katanya. Menurut Siswandi, anggaran dana desa yang selama ini dialokasi lebih banyak untuk melengkapi sarana pendukung rumah belajar.
Sementara honor belum ada. "Insentifnya sebatas penghargaan yang nominalnya masih sangat minim, itupun sebagian dari donatur tidak tetap termasuk sebagian perangkat," katanya. Ia mengklaim program kampung matematika gratis sukses merangsang belajar-mengajar generasi muda Desa Bangoan, sehingga prosentase siswa SD Bangoan yang diterima di SMPN 3 Kedungwaru maupun sekolah favorit lain terus meningkat. 

Peserta sistem pembelajaran informal kampung matematika di Desa Bangoan saat ini mencapai 280-an siswa, mulai dari kelas I-VI SD. Program belajar dilakukan setiap hari aktif, pada sore dan petang hari mulai Senin-Jumat. Penyelenggaraan program belajar itu bergantian antar rumah belajar, kecuali pada Jumat yang disepakati sebagai jadwal "mengaji matematika" serentak mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Selain berisi materi pembelajaran berhitung secara cepat, para tutor dari relawan karang taruna di rumah belajar-rumah belajar juga melayani jasa konsultasi pekerjaan rumah pelajaran matematika untuk dipecahkan melalui sesi diskusi bersama.

Sementara itu salah seorang tenaga pengajar atau tutor kampung matematika, Galih Chandra Setyawan mengaku cukup senang bisa menjadi relawan di kampungnya, karena bisa menularkan ilmu yang didapat kepada anak-anak di kampungnya.

"Pihak desa memfasilitasi kami untuk berkarya dan ikut peduli terhadap kemajuan generasi penerus di kampung ini. Kalau dibanding dukanya masih banyak sukanya," ujarnya. 

Galih yang kini masih kuliah di IAIN Tulungagung jurusan hukum tidak mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu matematika dasar ke para muridnya. Lantaran telah mendapatkan pelatihan khusus.

Di sisi lain, salah seorang siswa kampung matematika, Merthanaya mengaku mendapatkan banyak ilmu tentang matematika, salah satunya mengenal bentuk-bentuk segitiga serta bangun ruang. Menurutnya, suasananya juga cukup santai dan menyenangkan. 

"Kami disuruh memilih kertas yang bentuknya aneka segitiga, ada yang sama kaki, sama sisi dan sembarang, asyik pokoknya," katanya. 

Wednesday, April 5, 2017

Hasil Lomba Satuan Perlindungan Masyarakat (SATLINMAS) se Kab. Tulungagung


SATLINMAS Kecamatan karangrejo meraih juara 1 pada lomba kerapian pasukan
Jalan Pintas - Peringatan HUT Pemadam Kebakaran ke 98, Satuan Polisi Pamong Praja ke 67, dan Satuan Perlindungan Masyarakat ke 55 di halaman Pemkab Tulungagung, diselenggarakaan kemarin Selasa 04 April, ditandai dengan upacara dan lomba Satuan Perlindungan Masyarakat alias SATLINMAS antar kecamatan se Kabupaten Tulungagung yang berlangsung meriah. 


Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE.MSi dikuti dari media online Surabaya Pagi.com menjelaskan dalam sambutannya antara lain , bahwa Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat memiliki 3 panji atau lambang satuan. Diharapkan tugas mulianya dapat dijalankan oleh seluruh anggota, sehingga dapat memberikan pelayanan dasar dan perlindungan kepada masyarakat menjadi lebih baik serta tulus demi mewujudkan rasa tentram, tertib dan aman. 


selain itu Syahri Mulyo, SE.MSi, selaku Inspektur Upacara menambahkan Kabupaten Tulungagung pada tahun 2018 nanti akan melaksanakan Pemilu Kepala Daerah, Satpol PP hendaknya bisa mengawal proses demokrasi ini sehingga dapat berjalan dengan baik, aktif berpatroli melakukan pengamanan aset dan juga membantu penertiban alat peraga dan alat kampanye pasangan calon serta siap siaga menjaga ketentraman dan ketertiban umum selama berjalannya proses pemilihan kepala daerah . Begitu juga para anggota Satuan Perlindungan Masyarakat, hendaknya segera mempersiapkan diri dan secara sukarela membantu pengamanan di tempat pemungutan suara . Kedepannya, semoga kondisi Kabupaten Tulungagung yang kondusif ini, dapat terus terbina dengan sinergi yang baik antar penyelenggara pemerintahan dan partisipasi masyarakat yang aktif untuk mewujudkan harmonisasi yang indah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 


Sementara itu Lomba Satuan Perlindungan Masyarakat antar kecamatan se -Kabupaten Tulungagung diikuti 19 kecamatan dalam lomba kerapian pasukan dan penyerahan hadiah lomba kepada pemenang diserahkan oleh Bupati Tulungagung. 

Berikut hasil  Lomba Satuan Perlindungan Masyarakat se Kab. Tulungagung :

juara harapan III :  Satuan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Gondang,
juara harapan II   : Satuan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Ngunut,
juara harapan I    : Satuan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Kedungwaru. 
juara III                    : Satuan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Kauman 
juara II                      : Satuan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Tulungagung 
juara I                       : Satuan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Karangrejo

Monday, April 3, 2017

KISRUH!!! BANSER MEMBUBARKAN KONVOI HTI DI PERBATASAN TULUNGAGUNG-TRENGGALEK


Jalan Pintas - Anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama menghadang ratusan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sedang melakukan konvoi atau pawai. Banser paksa turunkan bendera Khilafah yang di bawa anggota Hizbut Tahrir Indonesia hingga nyaris terjadi keributan diantara keduanya.

Penghadangan ini dilakukan anggota Banser Tulungagung dan Trenggalek di perbatasan kedua wilayah pagi tadi. Mereka menghentikan iring-iringan anggota HTI yang sedang melakukan taaruf atau pawai menuju Surabaya. “Kami hentikan dan rampas bendera yang mengarah pada spirit khilafah,” kata Yoyok Mubarok, Ketua Satuan Koordinator Cabang Banser Tulungagung yang memimpin aksi, Sabtu 1 April 2017 lalu.

Masih menurut Yoyok, terdapat sedikitnya 100 anggota HTI yang mengendarai motor dan satu mobil bak terbuka yang melaju beriringan dari Trenggalek menuju Tulungagung. Rencananya mereka akan mengikuti Kirab HTI bertema “Khilafah Kewajiban Syariat” di Surabaya keesokan harinya Minggu, 2 April 2017. Tak hanya dari Trenggalek, anggota HTI ini juga menggalang kader mereka di Tulungagung dan tiap-tiap kota yang dilalui menuju Surabaya.

Selain menghentikan dan merampas bendera HTI, anggota Banser juga membubarkan konvoi mereka dengan paksa. Anggota HTI diminta pulang ke rumah masing-masing dan tak melanjutkan perjalanan demi keselamatan mereka sendiri. “Kami minta pulang untuk anggota HTI dari Tulungagung, yang rumahnya Trenggalek kami minta balik,” kata Yoyok yang menghadang mereka di perbatasan Trenggalek – Tulungagung.

Dia mengaku sudah mendengar kabar akan dilakukannya konvoi tersebut sejak beberapa waktu lalu. Karena itu sebanyak 200 anggota Banser disiagakan di ruas jalan antar kota, pusat keramaian, dan alun-alun kota. Mereka diperintahkan membubarkan setiap kegiatan HTI yang mengarah pada pendirian negara Islam dan mengancam NKRI.
Kegiatan tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan Kepolisian dan TNI setempat agar tak terjadi kerusuhan. Bahkan dalam penghadangan tersebut anggota polisi dan TNI turut mengamankan mereka. “Semua kita koordinasikan dengan aparat,” kata Yoyok.

Sementara Ketua Satkorcab Banser Trenggalek Fatkhur Rohman telah meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan aparat untuk menghentikan seluruh kegiatan HTI di Trenggalek yang bersifat makar. Surat itu bahkan sudah disampaikan sebelum diadakannya konvoi hari ini agar tak terjadi keributan. Namun faktanya aktivis HTI tetap ngotot melakukan konvoi.

Tidak ada pernyataan dari pihak HTI atas penghadangan itu. Mereka langsung membubarkan diri setelah sempat bersitegang dengan Banser
Selain di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, massa Ansor-Banser lain juga terpantau bersiaga melakukan penghadangan di beberapa titik perbatasan Tulungagung-Kediri, Tulungagung-Blitar, perbatasan kota Blitar maupun Blitar-Malang.
https://www.youtube.com/watch?v=KMU3PXz7s30&feature=youtu.be

sumber : http://ansornews.com/

Monday, March 27, 2017

Mau Tahu 12 Gaya Orang Indonesia Memakai Helm? Luar Biasa Kocaknya

Memakai helm merupakan syarat mutlak bagi pengendara sepeda motor. Jangan harap aman dari pantauan polisi lalu lintas jika anda tidak memakai helm. Sebenarnya bukan tanpa sebab, helm wajib digunakan bagi pengendara sepeda motor, hal ini juga demi kebaikan kita untuk melindungi kepala dari benturan ketika terjadi kecelakaan.
Namun, beberapa masyarakat mengabaikan hal tersebut. Entah beralasan karena lupa, tidak sempat atau jarak yang ditempuh tidak begitu jauh dan berbagai alasan lain. Ada yang lucu, dilansir dari Brilio.net, foto-foto dibawah ini menunjukkan masyarakat yang menyepelekan fungsi helm.
Mereka menggunakan helm tidak sebagaimana mestinya hingga menempatkan helm bukan dikepala, tetapi dilutut. Cek fotonya dibawah ini.

1. Tengok seorang perempuan dibawah ini, kebayang nggak bagaimana dia memakai helm. Pertanyaannya, kenapa bisa dipucuk banget ya ?


2.Memakai helm waktu maen game online, mungkin biar nggak kelupaan dan anti maling





3. Bisa digunakan saat memotong bawang merah biar tidak pedih dimata, bisa dicoba dirumah!





4. Coba perhatikan dengan teliti, apa yang dipakai orang ini. Bukan helm model terbaru ya, ini adalah busa bagian dalam helm. Mungin kerangka helmnya kabur saat bapak ini ngebut.




5. Eits, tuch helmnya kebalik buk.


 6. Mungkin silutut iri kali ya, kenapa selalu kepala yang dipakaikan helm.


7. Kebalik lagi, kebalik lagi.




8. Mungkin sibapak ini lelah.





9. Bisa jadi si ibuk ini buru-buru mau ke kondangan jadi tidak memperhatikan ketika memasang helm.






10. Kenapa kok nggak berasa kalau helmnya kebalik ya, emang si ibuk ini nyaman-nyaman aja ya ?


11. Kalau yang ini no comment lahhh




12. Cara pakai helm ala tukang ojek

Jangan sepelekan fungsi dari helm, Helm menjadi salah satu piranti utama dalam berkendara fungsi helm selain melindungi kepala dari benturan juga membuat nyaman saat kita riding karena melindungi dari segala terpaan angin yang bisa mengganggu konsentrasi penglihatan kita apalagi di saat hujan melindungi mata dari guyuran air yang membuat mata kita perih dan mengganggu konsentrasi riding.
pemerintah sudah memiliki aturan bahwa minimal kualitas helm yang dipasarkan di indonesia harus berstandar SNI, gimana mau SNI lawong helmnya saja bahannya dari kulit dan rambut. 
Ini bukan iklan layanan masyarakat ndesss tapi ini bentuk rasa kepedulian penulis karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya safety riding khususnya dalam memakai helm yang SNI. 

Wednesday, March 1, 2017

Putusnya Jembatan di Mojo Kediri, Warga Terobos Police Line


Terputusnya Jembatan Ngadi di perbatasan Kediri-Tulungagung seolah menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar banyak dari masyarakat yang penasaran ingin melihat dari dekat bagaimana kondisi jembatan yang putus tersebut akibatnya banyak warga yang nekat menerobos police line, Selasa (28/2/2017).
Jembatan sekaligus jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung ambruk. Akibatnya, akses jalan terputus dan lumpuh total. 

Jembatan tersebut berada di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Tulungagung. Kepala Desa Ngadi, Basuki Eko Margono mengatakan, putusnya jembatan akibat hujan deras yang terjadi di wilayah tersebut beberapa hari ini. 

Sungai pun meluap dan membawa material pohon serta lumpur dari lereng gunung Wilis. Akibatnya, pondasi jembatan tergerus dan ambruk. 
Wakil Bupati Kediri, Masykuri Ihsan yang meninjau lokasi terputusnya jembatan tersebut juga mengatakan akan segera mengambil langkah untuk melakukan perbaikan. 

"Saya akan lapor ke provinsi dan segera melakukan langkah darurat apakah ini akan dibangun jembatan darurat atau apa. Kita menunggu petunjuk provinsi, meskipun ini jembatan Pemkab Kediri," jelas Masykuri. 
Lokasi disekitar jembatan sudah dipasangi police line namun tampaknya warga tidak menghiraukan police line sehingga tetap nekat menerobos masuk. Terlebih di lokasi tidak ada petugas yang berjaga untuk melarang warga menerobos police line.
"Saya penasaran ingin melihat dari dekat kondisi jembatan setelah putus," ungkap Rumini (35) salah satu warga kepada Surya Online.
Setidaknya ada puluhan orang yang menyaksikan Jembatan Ngadi yang putus, baik dari sisi wilayah Kediri maupun Tulungagung. Selain orang dewasa juga banyak anak-anak sepulang sekolah yang menyaksikan.
Sebenarnya polisi telah memasang dua police line di lokasi jembatan putus. Pemasangan police line diharapkan masyarakat tidak mendekat ke dekat jembatan karena kondisi tanahnya labil.
Malahan petugas juga memasang bambu untuk menutup akses masuk. Karena tidak ada petugas yang berjaga warga seenaknya menyaksikan dari dekat kondisi jembatan yang telah putus. Padahal kondisi tanahnya sudah rawan ambrol.
Kapolsek Mojo AKP Sokib Dimyati saat dikonfirmasi Surya menyebutkan, dari hasil pengecekan telah terjadi retakan tanah. Sehingga dikhawatirkan tanahnya tiba-tiba ikut ambles karena bagian bawahnya sudah berlubang.
"Kami himbau masyarakat tidak usah melihat terlalu dekat. Cukup melihat dari batas police line," ungkapnya.
Kapolsek mengaku bakal menempatkan anggotanya untuk berjaga di lokasi. Karena posisi tanah di pondasi jembatan yang telah ambrol telah meninggalkan lubang.
Sementara Suyono, Kadishub Pemkab Kediri menyebutkan, di bawah pondasi jembatan yang telah ambrol terjadi retakan yang cukup dalam karena kondisi tanah di bawahnya telah hilang diterjang banjir.
"Masyarakat kalau melihat jangan mendekat karena tanah pondasi jembatan kondisinya sudah growong," jelas Suyono yang meminta warga tidak menerobos police line.
Laporan Wartawan Surya, Didik Mashudi

Wednesday, January 13, 2016

TULUNGAGUNG KOTA PERTAMA DI INDONESIA YANG MEMILIKI NO GAWAT DARURAT 911 SEPERTI DI AMERIKA

D.O.A.,TULUNGAGUNG, -kabar membanggakan di tulungagung datang dari salah satu R.S ternama yaitu Rumah sakit Dr. Iskak Tulungagung beberapa waktu lalu Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengunjungi unit reaksi cepat gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Iskak Tulungagung. Program panggilan gawat darurat menyerupai 911 di Amerika ini sukses diterapkan di Tulungagung dengan mengintegrasi Kepolisian, Kodim, pemadam kebakaran, penanggulangan bencana alam, dan tenaga medis.

Dalam kunjungannya di RSUD dr. Iskak Tulungagung Jumat 8 Januari 2016, Menteri Nila Moeloek mengakui jika program panggilan gawat darurat bernomor 320119 ini baru ada di Kabupaten Tulungagung dan mengalahkan layanan kesehatan di rumah sakit Jakarta sekalipun. 

“Dengan sekali pencet telepon, petugas kepolisian, pemadam kebakaran, hingga ambulan akan bergerak ke rumah warga,” kata Nila, Jumat 8 Januari 2016.

Menurut Nila, pemerintah pusat saat ini tengah menggagas layanan penanganan gawat darurat terpadu melalui sambungan telepon 119. Namun program berjuluk National Comand Center yang melibatkan banyak perangkat keselamatan ini rencananya baru akan terealisasi tahun 2019 mendatang. 

Saat ini Kementerian Kesehatan masih berupaya mendorong pembentukan public safety community (PSC) di setiap daerah otonom untuk meminimalisir resiko keselamatan masyarakat.

Di Tulungagung, program panggilan gawat darurat atau Tulungagung Emergency Medical Service (TEMS) di nomor 320119 ini sudah berjalan sejak November 2015 lalu. Dengan sekali telepon, petugas operator di Call Center RSUD dr. Iskak akan mengetahui situasi gawat dan posisi penelepon. 

Selanjutnya laporan itu akan diarahkan kepada organ yang sesuai, apakah kepolisian, pemadam kebakaran, penangulangan bencana, atau petugas medis.

Menariknya, nomor ini juga bisa menjadi saluran tele-medicine atau panduan penanganan melalui telepon. Misalnya saja jika terjadi anak sakit panas di malam hari, petugas medis akan memberikan panduan penanganan darurat yang bisa dilakukan orang tua di rumah, baik dengan mengompres atau memberikan obat-obatan yang tersedia di rumah. Jika kondisinya mengkhawatirkan petugas akan mengirimkan ambulan dan tenaga medis untuk mengevakuasi ke rumah sakit.

Tak hanya pada situasi medis, layanan telepon darurat ini juga mengatasi ancaman keamanan dan bencana. Petugas operator akan mengirimkan polisi atau pemadam kebakaran ke lokasi penelepon yang diketahui lewat koordinat satelit. “Kami akan menjadikan rumah sakit ini sebagai percontohan di Indonesia,” kata Nina.

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo mengatakan program TEMS ini digagas sejak dua tahun lalu bersama Direktur RSUD dr. Iskak, dr Supriyanto Sp.B. Tingginya angka kecelakaan serta gangguan keamanan dan bencana di Tulungagung menjadi salah satu  alasan mengapa layanan gawat darurat secara cepat ini digagas. Menurut Syahri, daerah yang dipimpinnya ini 75 persen berada di kawasan perbukitan dan berhadapan langsung dengan laut Hindia di Pantai Popoh. Karena itu ancaman longsor dan tsunami terus mengincar keselamatan warga yang membutuhkan penanganan cepat dari petugas terkait. 

“Butuh waktu lama untuk membangun sistem teknologi yang mengintegrasi kepolisian, TNI, BPPD, dan rumah sakit ini,” katanya.

Untuk mendukung program ini, pemerintah Tulungagung telah mengirimkan sejumlah tenaga medis dan perawat ke Hospital Kuala Lumpur Malaysia untuk mempelajari penanganan kegawat daruratan. Jumlah ambulan juga ditambah hingga 38 unit yang siap bergerak menjemput masyarakat selama 24 jam.
 "semoga dengan adanya program baru ini pelayanan kesehatan bisa lebih baik dan bisa menjangkau seluruh pelosok daerah di tulungagung,"ucap salah satu warga"