Monday, February 15, 2016

CARA MENGURUS DAN BIAYA ADMINISTRASI MENIKAH TERBARU 2016

CARA MENGURUS DAN BIAYA ADMINISTRASI MENIKAH
Jujur saya sempat bingung tentang proses surat numpang menikah, Minimnya informasi dan tertutupnya sikap aparat di bidang ini, sehingga banyak para sobat yang merasa kebingungan, bagaimana cara mengurus surat numpang nikah? Didasari hal tersebut maka saya membuat posting ini untuk sobat sekalian yang hendak menikah khususnya saudara muslim, yang pastilah akan mengurus administrasi untuk mendapatkan dokumen surat nikah sebagai bukti sahnya pernikahan berdasar hukum perundang-undangan yang berlaku. Karena tanpa itu surat nikah tersebut, maka status pernikahan tidak diakui negara sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Berikut beberapa informasi yang saya peroleh dari hasil penelusuran, pengalaman pribadi serta informasi dari pihak yang kompetan. Semoga apa yang saya sampaikan dapat membantu para sobat atau catin (calon pengantin) dalam mendapatkan surat nikah. Aamiin
Persyaratan dokumen yang diperlukan:
1.        Fotocopy KTP catin (@ minimal 4 lembar)
2.        Fotokopi kartu keluarga Catin (@ minimal 3 lembar)
3.        Pas Photo berwarna (latar biru lebih bagus), ukuran 2×3 (@ 5 lembar) & 3×4 (@ 8 lembar)
4.        Surat pengantar dari RT setempat
5.        Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah atau Surat Pernyataan masih Perjaka/Perawan, bermaterai Rp. 6.000,- (biasanya RT setempat menyediakan jika tidak ada, bisa dibuat sendiri)
6.        N1, N2 dan N4 dari desa/kelurahan
7.        Surat izin orangtua (N5)
8.        N6 dari desa/kelurahan (bagi janda/duda cerai mati)
9.        Akta Cerai dari Pengadilan Agama (bagi janda/duda cerai hidup)
PENTING!
Yang tidak kalah penting yaitu “Fotokopi Akte Kelahiran/Ijazah terakhir” sebagai dasar verifikasi data pribadi, yang akan dimasukan dalam daftar pemeriksaan atau yang biasa disebut NB dan akan digunakan sebagai dasar dalam penulisan dalam buku nikah. Karena jika terjadi kesalahan data maka perubahan data atau nama di buku nikah harus melalui proses di Pengadilan Negeri, jelas itu sangat merepotkan serta memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Untuk Calon Pengantin Pria (CPP)
1.  CPP yang hendak menikah dalam kurun waktu kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja datang ke Ketua RT setempat guna meminta surat pengantar hendak menikah untuk ke kantor desa/kelurahan, sekaligus minta blangko formulir pernyataan masih Perjaka/Perawan (jika tidak ada, surat pernyataan ini bisa dibuat sendiri), dengan membawa :
-       Fotocopy Kartu Keluarga
-       Fotocopy KTP (2 lembar)
-       Materai 6.000
2.  Pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas 
3.  Ke kantor desa/kelurahan untuk membuat surat-surat yang diperlukan - N1, N2, N4, N6 (untuk duda cerai mati) dan juga SKCK:
-       Fotocopy Kartu Keluarga (CPP 2 lembar & CPW 1 lembar)
-       Fotocopy KTP (CPP 2 lembar & CPW 1 lembar)
-       Jangan lupa untuk mem-fotocopy dua rangkap surat-surat yang kita peroleh.
4.  Berkas-berkas surat pengantar dari desa/kelurahan dibawa ke KUA setempat
5.  Bila pernikahan dilakukan di luar wilayah kerja KUA dimana kita tinggal maka membawa seluruh berkas yang sudah disahkan di desa/kelurahan tersebut di atas ke KUA setempat untuk membuat/meminta Surat Keterangan Rekomendasi Nikah ke keluar daerah, atau yang biasa disebut Surat Keterangan Numpang Nikah.

Untuk Calon Pengantin Wanita (CPW)
1.  CPW yang hendak menikah dalam kurun waktu kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja datang ke Ketua RT setempat guna meminta surat pengantar hendak menikah untuk ke kantor desa/kelurahan, sekaligus minta blangko formulir pernyataan masih Perjaka/Perawan (jika tidak ada surat pernyataan ini bisa dibuat sendiri), dengan membawa :
-       Fotocopy Kartu Keluarga
-       Fotocopy KTP (2 lembar)
-       Materai 6.000
2.  Pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas
3.  Ke kantor desa/kelurahan untuk membuat surat-surat yang diperlukan - N1, N2, N4, N6 (untuk duda cerai mati) & surat pengantar untuk KUA + N5 (Surat Persetujuan Orang Tua), dengan membawa :
-       Fotocopy Kartu Keluarga (CPW 2 lembar & CPP 1 lembar)
-       Fotocopy KTP (CPW 2 lembar & CPP 1 lembar)
-       Jangan lupa untuk mem-fotocopy dua rangkap surat-surat yang kita peroleh.
4.  Berkas-berkas surat pengantar dari desa/kelurahan dibawa ke KUA setempat
5.  Catin (sebaiknya CPP & CPW) mendaftarkan di Kantor Urusan Agama (KUA) pada Tempat Pendaftaran
a.  Tempat Pendaftaran dijabat oleh seorang pegawai yang merangkap sebagai Bendahara dengan tugas :
-       Menerima Pendaftaran;
-       Menerima Persyaratan Pernikahan untuk diverifikasi oleh Penghulu;
b.  Penghulu memverifikasi seluruh administrasi persyaratan nikah
c.  Penghulu mengadakan penataran Pola 5 Jam terhadap Catin memanfaatkan waktu 10 (sepuluh) hari kerja);
d.  Kepala KUA melakukan penjadwalan dan menunjuk penghulu sebagai pelaksana;
e.  Persyaratan yang telah dilengkapi model NB dimasukkan pada Buku Kendali;
f.   Pelaksanaan nikah oleh penghulu;
g.  Penulisan Register oleh Staf atau Penghulu;
h.  Penulisan Kutipan Akta NIKAH oleh penghulu;
i.   Ekspedisi Surat Nikah oleh staf;
j.   Arsip oleh staf;

(a s.d. j berdasarkan SOP dari Kemenag - Undang-undang Nomor 32 tahun 1945 tentang Pencatatan Nikah & Keputusan Menteri Agama RI nomor 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan) 

Berdasarkan Pengalaman Pribadi (Permohonan Numpang Nikah) Gondang Tulungagung
Biaya Pengurusan
Sebenarnya untuk biaya yang harus dikeluarkan dalam mengurus hal tersebut di atas adalah tergantung daerah dimana kita tinggal dan sejauh pengetahuan saya tidak ada peraturan tertulis yang mengatur itu. Dan saya sarankan untuk mengurusnya sendiri bersama calon isteri tentunya, serta cobalah untuk tenang, santai & jangan lupa untuk memberi kesan kalau kita adalah warga yang mengerti hukum alias bukan orang biasa (intelek, he..he..).

Disini saya sampaikan biaya yang saya keluarkan berdasarkan pengalaman pribadi waktu proses mengurus surat numpang nikah dan pembuatan SKCK:

Tingkat RT
Biaya untuk di tingkat RT gratis karena pak RT nya (saya ancam hehehe) dan Materai Rp. 6.000,- untuk Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah

Tingkat desa/kelurahan
“Jasa ketik & tandatangan Kades/Lurah”  Gratis (karena saya buru-buru kabur sebelum di tarik hahaha)

Tingkat Kecamatan
"Jasa tanda tangan dan stempel" Rp. 15.000

 Tingkat Kodim (SKCK)
"Rp. 5000. untuk pembelian air minum + Foto 1 Lembar ukuran 3x4

Tingkat Polsek (SKCK)
Pada waktu kepolsek prosesnya agak lama kita diharuskan mengisi Quisioner terlebih dahulu yang nanti di berikan oleh petugasnya ada sekitar 20 soal yang harus di kerjakan mulai dari data pribadi (Nama, Alamat, Jenis kelamin) dan juga yang berkaitan tentang pernah melakukan tindak kejahatan apa tidak, tidak cukup sampai di situ setelah selesai mengisi soal td ada syarat lain yang sangat penting yaitu U.A.N.G untuk masalah biaya petugasnya menarik saya uang capek istilahnya Rp. 15.000 dan juga foto ukuran 4x6 background merah sebanyak 6 Lembar. Barulah kita bisa mendapatkan SKCK.

*PENTING
Sekedar informasi bagi saudara yang ingin menikah dan pasangannya berbeda wilayah kabupaten maka SKCK harus dikeluarkan oleh POLRES sedangkan bagi calon pengantin yang masih berada di wilayah kabupaten yang sama maka SKCK hanya sampai di POLSEK saja.

Kesimpulan
Intinya sih harus sabar dan tekun menjalani proses yang belibet dalam mengurus surat numpang nikah. Terus selalu fotokopi dokumen baik itu KTP, KK, surat pengantar, dll daripada nanti bolak-balik ke tempat fotocopy-an. Semoga bermanfaat. Selamat menempuh hidup baru. 
====



Friday, January 29, 2016

INDUSTRI GENTENG NGLAYUR TRENGGALEK






Matahari mulai tinggi sengatanya pun mulai terasa perih di kulit. Hari ini adalah hari sabtu rutinitas seperti biasa tiba di kantor ambil kopi pagi sarapan roti isi lalu cek media sosial, ahhhhh nikmat banget hidupku ini, Media sosial kini sudah menjadi tempat dimana semua orang membagikan sesuatu yang menurut mereka penting dan pantas untuk dibagikan seperti blog ini yang begitu penting buat saya dimana blog ini menjadi tempat atau sarana untuk membagikan sesuatu yang menurut saya menarik dan pantas untuk dibagikan,
Ditengah asyik membaca status yang lebay di facebook ada gambar menarik yang bagi saya gambar yang berisikan salah satu teman waktu kuliah dulu namanya di bawah gambar ada deskripsi yang isinya berupa situs yang berjudul bumi jaya genteng nglayur trenggalek. dalam situs tersebut berisi berbagai macam jenis genteng.
Seperti yang kita tahu bahwa trenggalek selain terkenal sebagai kota gaplek juga terkenal sebagai industri genteng nya jika kita pergi ke trenggalek pasti akan mendapati industri rumahan yang membuat berbagai macam genteng, untuk kualitas genteng dari trenggalek sudah terkenal hampir seluruh indonesia, sedangkan untuk harganya berfariasi kisaran antara 2000 sampai 6000 per buah tergantung jenis dan bahannya.
Genteng yang di produksi teman saya ini beralamat di dusun nglayur ( RT: 41,RW:20) desa sukorejo. kec.gandusari.kab.trenggalek
Genteng tanah liat asli produksi Nglayur Gandusari Trenggalek terkenal akan kualitasnya, dengan harga yang relatif murah menjadikan genteng Nglayur laris manis diserbu pelanggan. Hal ini sekaligus juga memancing kecemburuan para pesaing dari daerah lain yang kemudian menjiplak genteng Nglayur. Sehingga kadang di galangan ada yang menyebut genteng Nglayur KW 1, KW 2, KW 3, dll. Padahal itu semua cuma akal-akalan oknum tertentu untuk mengaburkan genteng Nglayur yang asli. 
Oleh sebab itu bagi anda yang ingin memesan genteng asli dengan jaminan kualitas yang memuaskan bisa menghubungi di:
(081554835556/ 081335216652) atas nama M. NACHRU
FB : Nachru
Dan bagi anda yang ingin melihat berbagai jenis genteng yang ingin di pesan bisa mengunjungi situs berjudul bumi jaya genteng nglayur trenggalek


Wednesday, January 20, 2016

PERJALANAN CINTA AUFA DAN INDAH WAHYUNI


Cinta. Aku tak tahu bagaimana ia bermula yang aku tahu ia mengalir begitu saja, hingga aku merasakan sesuatu yang berbeda darinya. Seperti kisah ini, entah bagaimana mulainya tapi yang pasti saat ini kami ingin selalu bergandengan tangan menyongsong masa depan gemilang dan berharap takdir Tuhan berpihak pada kami.
Sore ini, hujan akan segera turun. Aku melirik ke arah timur langit, masih sama seperti arah barat langit, gelap padahal jam masih pukul setengah enam. 
“Bagaimana kalau kita pulang sekarang?” Tanyaku.
"Ia tersenyum lalu mengangguk"
Seperti yang aku bilang tadi, aku masih belum bisa memiliki pemahaman yang baik tentang cinta. Indah wahyuni, itulah namanya kekasihku saat ini, aku masih belum mengerti mengapa aku begitu mencintainya. Aku mengenalinya saat duduk di bangku kuliah lewat salah satu organisasi ekstra kampus. waktu itu sedang di adakan masa penerimaan anggota baru ketika pertama kali bertemu semua biasa saja hingga akhirnya karena seringnya intensitas kita bertemu mulai muncul lah benih-benih asmara dihati hingga pada tanggal 07 Nopember 2012 kami berdua sepakat untuk berpacaran. Entahlah, aku belum bisa memastikan hubungan ini bisa berjalan lama hingga ke pelaminan atau tidak, yang pasti aku tahu, kami berdua bersama-sama berusaha untuk tetap bersama.
Semenjak jadian semua berubah. Yaps, aku memang berubah. Ini seperti bukan aku. Aku, yang mulanya tidak suka smslama-lama, tapi sekarang malah suka. Tiada hari tanpa sms an, dan aku menikmati suasana seperti ini. Aku yang dulunya selalu cuek kalau berpacaran tapi kali ini tidak lagi. Dan dulunya aku pernah punya komitmen untuk tidak berpacaran, sekarang aku meninggalkannya. Aku bingung dengan sifatku yang sekarang. Tapi tak apalah perubahanku lebih baik. Aku sering menghadirkan senyuman, mulai perhatian dengan kawan, dan yang paling penting aku enggak pernah update status galau di Facebook. Aku menarik nafas panjang. Pernah suatu hari aku melemparkan pertanyaan anehnya melalui telpon seluler, “Kenapa Adek mau nerima Abang?”
“Enggak tahu Bang.” Jawabnya singkat.
“Yeah. Kok enggak tahu sich. Abang bingung aja. Abang kan jelek, hitam. Kok mau sama abang?” ujarku.
Aku masih tersenyum. Terkadang aku lupa kalau sekarang kami ngobrol lewat hape. Mana mungkin sinyal mampu menerjemahkan senyuman.
“akupun enggak tahu Bang, kenapa bisa begini. Mungkin ini takdir,” sambungnya lagi.
Aku memang enggak bisa menebak apa yang kamu pikirkan tentang diriku saat ini, tapi yang pastinya aku rasakan, kamulah satu-satunya wanita yang kasih sayangnya sangat terasa di hati ini. Aku tak tahu harus mendeskripsikan sayangnya seperti apa tapi yang jelas aku nyaman bersamamu. Aku tenang bersamamu dek…
Walaupun kita tengah bersama, aku masih belum bisa mengartikan makna cinta, yang aku tahu saat ini aku damai bersamamu. Rasanya aku tidak sendiri lagi, ada tempat berbagi suka dan dukaku. Aku benar-benar minta maaf jika saat ini sikap dan sifatku bukanlah seperti mantan-mantan kekasihmu, aku tidak bisa memberikan hal yang lebih seperti mereka, tapi percayalah aku berusaha menjadi penenang dan penyemangat sekaligus menjadi pendamping yang setia untukmu Dek… entah sampai kapan…
singkat cerita kisah cinta ini berjalan sekitar 3 tahun waktu yang cukup untuk bisa memahami satu sama lain hingga pada hari minggu 13 desember 2015 yang lalu kita sepakat untuk bertunangan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 malam dengan menaiki mobil aku dan keluarga berjalan menuju rumah calon mertua guna mengikuti proses tunagan dan juga membahas tanggal untuk melangsungkan pernikahan. semua keluarga sudah berkumpul baik dari keluarga wanita dan juga keluarga dari pihak laki-laki. suasana begitu hikmat dan acara yang ditunggu tunggu pun akhirnya tiba waktu dimana aku harus memasangkan sebuah cincin kepada calon istriku nanti, sebuah cincin yang menjadi simbol bahwa kita sudah memiliki sebuah ikatan. keringat dingin mulai membasahi wajahku jatung serasa berdetak semakin kencang. dengan mengucapkan bismillah dan disaksikan seluruh keluarga aku pun memasangkan cincin yang sudah aku bawa dari rumah ke jari tengah sebelah kiri calon istriku. 
"Kamu gugup mas?" tanya kekasihku
"iya dek gugup banget" jawabku sambil tersenyum
Setelah acara yang menguras keringat tadi acara kembali dilanjutkan acara dimana melibatkan pasa sesepuh untuk menentukan tanggal acara pernikahan. sekian lama berunding antara para sesepuh dan keluarga dan akhirnya tanggal pernikahan sudah di tentukan yaitu pada tanggal 06 Maret 2016. 
Hanya bisa berjuang dan berdo'a supaya kisah cinta ini bisa berlanjut sampai nanti.

Friday, January 15, 2016

SOSOK DI BALIK BOM SARINAH JAKARTA



SOSOK-DIBALIK-BOM-SARINAH-JAKARTA
JAKARTA, Ledakan bom yang terjadi di kawasan parkiran Sarinah MH Thamrin pada pukul 10.50 WIB Kamis 14 Januari 2016, Dugaan sementara tersangka pengeboman tersebut ada kaitannya dengan organisasi ISIS, akan tetapi ditengah keadaan yang bisa di bilang Indonesia siaga 1 ada sebagian orang yang menganggap kejadian bom bunuh diri di jakarta ini hanyalah sebagai pengalihan isu kasus freeport saja, yang perlu kita tahu bahwa batas waktu PT. freerport untuk menawarkan saham terakhir yaitu tanggal yang sama saat terjadinya pengemboman di jakarta. 
Terlepas dari itu semua penulis ingin mengingatkan kembali akan sejarah dibangunnya gedung tersebut.
Sarinah diambil dari nama sosok pengasuh Presiden pertama RI Soekarno yang sangat ia hormati.
Wanita pedesaan yang bekerja sekaligus menumpang di kediaman Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.
Di rumah tersebut Sarinah mengasuh Soekarno kecil tanpa dibayar atau digaji. Sosok Sarinah sangat dekat dengan Soekarno kecil, bahkan mungkin Soekarno lebih dekat dengannya daripada ibunya sendiri.
Soekarno mengaku Sarinah menginspirasinya untuk mencintai rakyat kecil.
"Karno, pertama engkau harus mencintai ibumu. Kemudian, kamu harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya." itulah pesan mulia yang disampaikan Sarinah kepada Soekarno muda dikutip dalam laman merdeka.com. 
Begitu berartinya sosok Sarinah untuk Soekarno sampai ia membuatkan buku dengan judul 'Sarinah, kewadjiban wanita dalam perdjoeangan Repoeblik Indonesia' pada tahun 1963.
Buku tersebut diterbitkan oleh Panitia Penerbit Buku-buku Karangan Presiden Soekarno, berisi 329 halaman.
"Apa sebab saya namakan kitab ini Sarinah? Saya namakan Kitab ini Sarinah sebagai tanda terimakasih saya kepada pengasuh saya ketika saya masih kanak-kanak. Pengasuh saya itu bernama Sarinah. Dia mbok saya. Dia membantu ibu saya, dari dia saya menerima banyak rasa cinta, dan rasa kasih."
"Dari dia, saya mendapat banyak pelajaran mencintai orang kecil. Dia sendiri pun orang kecil. Tetapi budinya selalu besar."
"Moga-moga Tuhan membalas kebaikan Sarinah."
Itulah beberapa kutipan yang diambil dalam laman kata pengantar buku tersebut.
Tak hanya buku Sarinah yang terkenang hingga sekarang, gedung "Sarinah" tersebut pun sampai saat ini masih berdiri tegak sebagai tanda hormat Ir Soekarno kepada sosok Sarinah yang sederhana. (D.O.A)

Wednesday, January 13, 2016

TULUNGAGUNG KOTA PERTAMA DI INDONESIA YANG MEMILIKI NO GAWAT DARURAT 911 SEPERTI DI AMERIKA

D.O.A.,TULUNGAGUNG, -kabar membanggakan di tulungagung datang dari salah satu R.S ternama yaitu Rumah sakit Dr. Iskak Tulungagung beberapa waktu lalu Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengunjungi unit reaksi cepat gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Iskak Tulungagung. Program panggilan gawat darurat menyerupai 911 di Amerika ini sukses diterapkan di Tulungagung dengan mengintegrasi Kepolisian, Kodim, pemadam kebakaran, penanggulangan bencana alam, dan tenaga medis.

Dalam kunjungannya di RSUD dr. Iskak Tulungagung Jumat 8 Januari 2016, Menteri Nila Moeloek mengakui jika program panggilan gawat darurat bernomor 320119 ini baru ada di Kabupaten Tulungagung dan mengalahkan layanan kesehatan di rumah sakit Jakarta sekalipun. 

“Dengan sekali pencet telepon, petugas kepolisian, pemadam kebakaran, hingga ambulan akan bergerak ke rumah warga,” kata Nila, Jumat 8 Januari 2016.

Menurut Nila, pemerintah pusat saat ini tengah menggagas layanan penanganan gawat darurat terpadu melalui sambungan telepon 119. Namun program berjuluk National Comand Center yang melibatkan banyak perangkat keselamatan ini rencananya baru akan terealisasi tahun 2019 mendatang. 

Saat ini Kementerian Kesehatan masih berupaya mendorong pembentukan public safety community (PSC) di setiap daerah otonom untuk meminimalisir resiko keselamatan masyarakat.

Di Tulungagung, program panggilan gawat darurat atau Tulungagung Emergency Medical Service (TEMS) di nomor 320119 ini sudah berjalan sejak November 2015 lalu. Dengan sekali telepon, petugas operator di Call Center RSUD dr. Iskak akan mengetahui situasi gawat dan posisi penelepon. 

Selanjutnya laporan itu akan diarahkan kepada organ yang sesuai, apakah kepolisian, pemadam kebakaran, penangulangan bencana, atau petugas medis.

Menariknya, nomor ini juga bisa menjadi saluran tele-medicine atau panduan penanganan melalui telepon. Misalnya saja jika terjadi anak sakit panas di malam hari, petugas medis akan memberikan panduan penanganan darurat yang bisa dilakukan orang tua di rumah, baik dengan mengompres atau memberikan obat-obatan yang tersedia di rumah. Jika kondisinya mengkhawatirkan petugas akan mengirimkan ambulan dan tenaga medis untuk mengevakuasi ke rumah sakit.

Tak hanya pada situasi medis, layanan telepon darurat ini juga mengatasi ancaman keamanan dan bencana. Petugas operator akan mengirimkan polisi atau pemadam kebakaran ke lokasi penelepon yang diketahui lewat koordinat satelit. “Kami akan menjadikan rumah sakit ini sebagai percontohan di Indonesia,” kata Nina.

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo mengatakan program TEMS ini digagas sejak dua tahun lalu bersama Direktur RSUD dr. Iskak, dr Supriyanto Sp.B. Tingginya angka kecelakaan serta gangguan keamanan dan bencana di Tulungagung menjadi salah satu  alasan mengapa layanan gawat darurat secara cepat ini digagas. Menurut Syahri, daerah yang dipimpinnya ini 75 persen berada di kawasan perbukitan dan berhadapan langsung dengan laut Hindia di Pantai Popoh. Karena itu ancaman longsor dan tsunami terus mengincar keselamatan warga yang membutuhkan penanganan cepat dari petugas terkait. 

“Butuh waktu lama untuk membangun sistem teknologi yang mengintegrasi kepolisian, TNI, BPPD, dan rumah sakit ini,” katanya.

Untuk mendukung program ini, pemerintah Tulungagung telah mengirimkan sejumlah tenaga medis dan perawat ke Hospital Kuala Lumpur Malaysia untuk mempelajari penanganan kegawat daruratan. Jumlah ambulan juga ditambah hingga 38 unit yang siap bergerak menjemput masyarakat selama 24 jam.
 "semoga dengan adanya program baru ini pelayanan kesehatan bisa lebih baik dan bisa menjangkau seluruh pelosok daerah di tulungagung,"ucap salah satu warga" 

Friday, October 23, 2015

JONO & JONI


JONO DAN JONI

episode 1 


Sebuah Kisah yang diangkat dari kehidupan nyata, cerita sepasang dua sahabat yang mengabdikan dirinya ke dalam dunia pendidikan setelah terlebih dahulu mereka menyelesaikan kuliah. Jono adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar 23 tahun lebih 10 bulan 12 hari, berasalah dari keluarga yang kaya raya dia bertubuh tinggi, berotot, cukup pintar dan dia adalah idola para wanita pada tahun 2009 lalu dia mengambil bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi di jawatimur katanya bangku di rumah sudah rusak semua, syukur alhamdulillah dia tidak ketahuan karena kalau ketahuan ngambil bangku bisa bahayaaa. Jono mempunyai temen namanya Joni, berbeda dengan jono, joni ini adalah orang yang pendiam, berpawakan pendek, gendut, bisulan, jerawatan, korengan, jantungan, dan anehnya lagi dia juga bisa hidup, jono dan joni ini rumahnya saling bersebelahan satu sama lain dari kecil mereka sudah bersama, mereka adalah sepasang sahabat sejati kemanapun jono pergi pasti ada joni atau boleh dibalik kemanapun joni pergi pasti ada jono kemanapun bersama, bermain bersama, belajar bersama sekolah bersama sampai kuliah bersama, tidur bersama, makan bersama, mandi bersama, dan lain sebagainya.
Singkat cerita setelah 4 tahun mereka kuliah akhirnya mereka lulus di tahun 2013 lalu meskipun hasilnya nilai mereka tidak sama karena memang otak tidak bisa dibohongi jono yang memang pintar lulus dengan predikat Cumlaude sedangkan joni lulus dengan predikat memuaskan. Seperti orang lain yang sudah lulus kuliah mereka mencari tempat untuk mengabdi atau sekedar untuk mempraktekkan ilmu yang sudah mereka dapat di perkuliahan.sekian lama mencari cari merekapun mendapatkan sekolah atau tempat untuk mengabdi dengan bermodalkan ijasah sarjana merekapun diterima dengan jabatan yang sama, wilayah yang sama meskipun lembaganya berbeda.
Seiring berjalannya waktu dan beban kerja jono pun mulai merasakan kejenuhan dalam pekerjaannya yang tak kunjung habis-habisnya.
Seperti biasanya malam ini mereka harus terjaga untuk menyelesaikan tugasnya, jono memutarkan lagu peterpan lewat youtube di komputer miliknya sedangkan joni cuma terdiam sambil terus mengerjakan tugasnya tanpa memperdulikan situasi di sekitarnya, tanpa terasa satu jam waktu telah berlalu agar tidak jenuh jono pun mengajak ngobrol joni sekedar untuk memecah keheningan malam.
Jono: jon lu bosen nggak sich kerja kayak gini?
Joni : enggak (jawabnya singkat sambil terus menatap laptop)
Jono: Kok bisa? (sambil memasang ekspresi penasaran)
Joni : yaaa karena gue suka dan menikmatin pekerjaan ini.  my Job is my hobby
Jono: Cuma gitu doang? (dengan nada agak keras)
Joni : Gini lho jon loe udah punya pekerjaan yaaa meskipun gajinya kecil tapi tetep harus disyukuri lahhh dari pada mereka yang masih nganggur masih bingung cari pekerjaan. hidup itu jangan terus melihat keatas sekali-kali juga liat kebawah napa sapa tau nemu dompet..... hahahaha (jono & joni pun tertawa lepas)
Jono: ahhhh bisa aja lu jon
(sambil berusaha menghabiskan sisa tawanya joni melanjutkan perkataanya)
Joni : tapi bener jon kita tuh harus selalu bersyukur apa yang udah diberikan pada kita dan yakin kalau kita terus berusaha pasti akan diberikan jalan yang terbaik.
Jono : iya juga sich jon gue juga setuju apa yang loe omongin lagian kalau mau cari pekerjaan lain juga nggak ada yang cocok selain kemampuan nggak ada tampang gua juga pas pas an cenderung kurang sebenernya.
Begitulah cerita jono dan joni melepas lelah dalam menghadapi pekerjaannya.
BERSAMBUNG..............

Thursday, October 22, 2015


BERMAIN DENGAN WAKTU,
Malam sedang membawaku berjalan di atas roda mimpi yang berputar kala tidur lelapku. Ya, berjalan, bukan berlari. Karena aku ingin menikmati setiap alunan khayalan yang melintas di depanku. Sekelilingku putih, sangat putih tak berujung. Aku terus berjalan dan berjalan hingga putih di sekitarku semakin lama semakin redup ditelan kegelapan. Kemudian aku mendengar bunyi “Tik..tok..tik..tok..” Seperti suara mesin jam yang sedang mengayun jarum detiknya.
Aku juga melihat seperti ada sinar dari luar yang menembus ke dalam duniaku. Bola mataku bergerak ke kiri dan ke kanan. Tempat ini sepertinya tidak asing. Aku teliti lagi dan mencoba mengingat tempat ini. Lalu aku merasakan getaran pada pergelangan tanganku seiring dengan suara yang juga tidak asing. Ternyata aku terbangun. Sial. Atasanku menghubungiku melalui chip komunikasi pada gelang yang aku pasang di tanganku. Untuk apa beliau menghubungiku pagi-pagi buta begini. Nadanya keras, layaknya beliau sedang memimpin suatu peperangan.
Namaku Luis. Aku bekerja pada lembaga penelitian perkembangan bumi di kota yang penuh dengan penemuan teknologi-teknologi baru. Teknologi yang paling baru ditemukan adalah mesin waktu. Namun teknologi baru ini tidak dapat bebas digunakan. Pemerintah kota hanya memfasilitasinya untuk lembaga tempat aku bekerja. Lembaga ini dipimpin oleh Prof. John Titor, atasanku. Beliaulah penemu mesin waktu tersebut. Mesin waktu hasil penemuan Titor ini digunakan untuk meneliti sejarah agar benar-benar akurat.
Pagi-pagi buta itu, Titor memerintahkanku untuk segera datang ke kantor. Ada masalah besar dan benar-benar fatal katanya. Lantas aku beranjak dari tempat tidurku. Pelayan rumah yang berdiri di sampingku langsung membasuh wajahku dengan air, membersihkan mulutku, kemudian mengambilkan pakaian kerjaku. Aku di rumah bagaikan seorang raja yang sering memerintah seorang budak tanpa pernah menyakiti hati si budak. Karena pelayanku memang tak punya hati. Di dalam tubuhnya hanyalah rangkaian kabel yang dirancang untuk melayani perintah majikannya. Ya, sebuah robot. Aku menyebutnya E-maid.
Kini aku sudah siap bergegas ke kantor. Aku mengambil kendaraanku yang ku parkirkan di rak sepatu. Memang sepatulah kendaraanku. Hanya dengan memakainya lalu sepatu itu akan terhubung dengan otak dan mengantarnya ke tempat tujuan yang aku inginkan. Kendaraan berwujud sepatu itu ditemukan beberapa tahun lalu, sehingga sudah lama sekali kakiku tidak dihinggapi rasa lelah.
Jalanan sangat sepi, bulan masih tersenyum cerah. Lampu jalan masih berperan menghiasi kota. Sunyi sekali, sepertinya bencana pun tidak dapat mengganggu keheningan malam kota ini. Aku telah sampai di depan kantor. Sensor di atas pintu masuk kantor mendeteksi komposisi tubuhku. Memang tidak sembarang orang bisa memasuki kantor ini. Aku membuka pintu kantor. Seketika hening berubah ricuh. Suasana kantor kacau. Aku masih bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya. Titor memanggilku ke ruang penjelajahan waktu. Di sana sudah berkumpul lima rekan kerjaku yang memang biasa melaksanakan perintah perjalanan waktu untuk meneliti fosil manusia purba.
Titor lantas bekata, “Seseorang telah melakukan perjalanan waktu illegal! Ini sangat fatal! Ia telah merusak rangkaian cerita bumi. Kalian harus menyelamatkannya!”
Salah satu rekan kerjaku bertanya, “Merusak seperti apa, Mr. Titor?”
“Ia mengajarkan ilmu ilmiah kepada manusia purba itu sehingga mereka menjadi pintar. Mungkin kalian akan bertanya mengapa hal seperti itu dibilang fatal. Ini akan sangat berakibat buruk bagi generasi selanjutnya.” Jawabnya.
Tanpa menunggu lama, kami berenam duduk di bangku mesin untuk segera melakukan perjalanan ke zaman purba dalam misi penyelamatan rangkaian cerita bumi.
Sekelibat ruangan menjadi putih. Sepertinya aku telah memasuki jalur perjalanan ke sana. Perjalanan waktu ini mirip dengan perjalanan di atas roda mimpiku. Sekeliling putih, banyak alunan masa lalu melintas di hadapanku. Aku masih menikmati, hingga tiba-tiba aku terjatuh kencang ke dalam lubang hitam di antara hamparan putih. Aku sekarang berada di atas tanah, sekelilingku pepohonan rimbun yang sangat segar. Air sungai yang mengalir sangat jernih. Aku sangat menikmati keasrian tempat ini setiap kali aku mengunjunginya.
Rekan-rekanku sudah lebih dulu sampai di sini. Kata mereka, aku terlalu lama menikmati perjalananku. Lalu kami mendapat pesan dari Titor untuk memerintahkan kami bergerak menuju pemukiman orang purba. Tiba-tiba seorang purba lewat, kami terkejut. Bukan terkejut karena orang purba itu, tetapi terkejut dengan apa yang ditunggangi orang purba itu. Sepeda kayu! Mereka sudah menemukan roda sebelum bangsa sumeria menciptakannya.
Kami melanjutkan langkah kaki kami menuju pemukiman orang purba. Tercenganglah kami melihat perkembangan yang sangat pesat dibanding terakhir kali kami ke sini. Bangunan kayu dimana-mana, pakaian sudah mereka kenakan dan mereka sekarang tidak banyak berjalan kaki, melainkan menggunakan sepeda kayu itu. Seorang purba kemudian menghampiri kami, “Siapa kalian?” Tanya orang purba itu. Lebih terkagum lagi kami mendengar mereka sudah bisa berbahasa.
Aku kemudian malah balik bertanya, “Bagaimana kalian membuat semua ini? Dan dari mana kalian mempelajari bahasa kami?”
Ia menjawab, “Orang asing dengan penampilan seperti kalian telah mengajarkan bagaimana membuat semua benda ini dan juga mengajarkan bahasanya.”
Aku berpikir, mengapa Titor begitu marah dengan hal ini, bukankah seharusnya baik untuk masa depan jika orang purba saja sudah sepintar ini.
Kemudian kami melanjutkan langkah lagi menyusuri kota purba ini. Bukan ketakutan akan bahaya masa depan yang kami rasakan, malah kami merasa kagum dengan kepintaran mereka. Pemimpin kelompok kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke masa sekarang. Ia berkata bahwa hal ini akan membawa kebaikan untuk masa depan manusia yang lebih cerdas. Akhirnya kami kembali ke tempat semula kami, menunggangi mesin waktu lagi menuju ruang penjelajahan waktu di kantor dan bertemu John Titor. Pemimpin kelompok kami melaporkan kepada beliau, bahwa tidak ada bahaya apapun di zaman itu. Titor hanya tersenyum sinis dan berkata, “Kalian tidak mengerti. Baiklah, agar kalian mengerti aku akan mengirim kalian ke masa kanak-kanak kalian masing-masing.”
Aku berjelajah lagi dengan mesin waktu itu. Kini tempat tujuannya adalah masa kanak-kanak kami masing-masing. Aku telah sampai. Aku datang ke masa kecilku ketika aku bersama Ibuku sedang berada di sebuah pasar tradisional. Aku melihat sekeliling, tidak ada yang berubah dari apa yang dahulu aku lihat. Masih sama persis. Namun lama-kelamaan aku menyadari ada yang hilang. Aku memejamkan mata mencari sesuatu yang hilang itu.
Suara!! Mengapa tidak ada suara langkah kaki di sini? Kemudian aku menoleh ke bawah. Terkejutlah aku melihat orang-orang di sini sudah menggunakan kendaraan sepatu yang baru beberapa tahun digunakan di masa sekarang! Sepatu-sepatu yang mereka gunakan pun sudah berbagai macam bentuknya. Hebat! ternyata ilmu pengetahuan berkembang lebih cepat. Lalu apa yang salah? Mengapa Titor begitu serius dengan hal ini? Padahal beliau juga pernah melakukan penjelajahan waktu ilegal ke tahun 2001 untuk memberi tahu orangtua beliau bahwa akan ada bencana melanda tempat tinggal mereka. Justru malah menjadi baik ke depannya karena orangtua Titor akhirnya selamat.
Aku masih tidak mengerti mengapa Titor marah dengan apa yang dilakukan oleh penjelajah waktu ilegal itu dan mengapa pemerintah kota menghukum Titor dengan melarangnya menggunakan fasilitas mesin waktu setelah mereka mendapati Titor melakukan penjelajahan waktu ilegal. Saat ini aku masih terkagum dengan bentuk-bentuk kendaraan sepatu yang orang-orang itu gunakan. Kemudian aku pulang ke rumah bersama Ibu. Aku melepas sepatuku dan tiba-tiba, “Ah!!!” Mengapa aku jatuh? Aku mencoba berdiri kembali, dan terjatuh lagi. Aku mencobanya sekali lagi, masih terjatuh! Apa yang salah? Mengapa aku tidak dapat berdiri tanpa sepatuku? Aku mencoba menggerakkan jari-jari kakiku, tidak bisa juga! Aku menangis.
Kemudian Ibu menghampiriku dari dalam rumah. Aku melihat, Ibu menggunakan sepatunya di dalam rumah! Lantas beliau berkata kepadaku, “Mengapa kamu melepas sepatumu, Luis sayang? Kita sudah tidak bisa menggunakan kaki kita lagi. Saraf-sarafnya tidak dapat bekerja lagi karena tidak pernah digunakan. Kamu pun tidak pernah Ibu ajarkan untuk berjalan, Luis. Dan memangnya untuk apa kita melelahkan kaki kita untuk melangkah jika kita bisa pergi tanpa harus melangkah? Kenakan lagi sepatumu, nak.”
Aku kembali lagi ke masa sekarang. Titor tersenyum sinis lagi dan berkata, “Sekarang apakah kalian sudah mengerti mengapa aku semarah ini? Apa yang seharusnya terjadi biarlah terjadi sesuai dengan skenario yang telah dibuat bumi. Janganlah kita merusak rangakaian ceritanya!”
Seketika tanganku gemetar, kedua mata terbuka lebar, dan tubuh berkeringat dingin atas apa yang aku baru sadari. Bahwa sebenarnya aku dan orang-orang masa sekarang tertawa berbahagia di dalam suatu kebodohan dengan dimanjakan oleh hasil kecerdasan otak kami sendiri.